Iosi Pratama

Howdy...

I’m Iosi a student living in Surabaya, Indonesia. I’m a blogger and front end engineer, also an entrepreneur passionate.

Currently, I prefer to write on Medium.com than this blog

Read my ideas on MediumConnect with me

Yup, I am an ENFJ Person

Yup, I am an ENFJ Person Iosi Pratama
ENFJ by 16personalities.com

My personalities after I take personality test on 16personalities.com is ENFJ. I dont know what is ENFJ before.

When I read about ENFJ Personolity, I so excited because I feel mostly right about me. 

ENFJ From 16personalities.com (Active Link) (Versi Bahasa)

Generally known as "The Giver" or "Teacher" . I am  also smooth talking persuader.

My focus point when I see personality of ENFJ are weaknesses and strengths because I want know myself more.

ENFJ Weaknesses

ENFJ Weaknesses are :


  • Overly Idealistic - Yups, Its me
  • Too Selfless 
  • Too Sensitive - It's worked at me, but is not fun.
  • Fluctuating Self-Esteem
  • Struggle to Make Tough Decisions 
ENFJ Strengths

ENFJ Strengths are:
  • Tolerant
  • Relieable
  • Charismatic
  • Altruistic
  • Natural Leaders

The last, this bellow is infographic about ENFJ






Mas Sugeng Blueprint

Senjata ngeblog Mas Sugeng - Sugeng.id


Mas Sugeng Blueprint adalah daftar tools online, layanan, software dan segala macam yang digunakan oleh Mas Sugeng (sugeng.id) untuk keperluan ngeblognya.

Mas Sugeng adalah salah satu blogger populer di Indonesia khususnya di kalangan blogger karena dia terkenal dengan template blog nya yang setiap kali rilis, langsung digunakan banyak blogger di Indonesia.

Selain itu, ketika blogger dapat dikatakan sukses dengan indikator penghasilan. Mas Sugeng mungkin sudah dapat dikatakan sukses.

Kembali ke Mas Sugeng Blueprint, Rata-rata software atau layanan ini bersifat gratis, namun beberapa dibutuhkan premium atau berbayar untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik.

Umum


  • Namecheap - Beli domain murah, berkualitas, dan terpercaya.
  • Digital Ocean - VPS Hosting yang digunakan langsung di blog pribadinya sugeng.id . VPS digunakan agar blognya dapat lebih cepat diakses dan tidak sering down.
  • Hawkhost - Share hosting yang dipakai Mas Sugeng sebelum pindah ke VPS nya Digital Ocean.
  • Box.com - File hosting yang digunakan Mas Sugeng untuk menyimpan kumpulan template bloggernya.
  • Feedly - ACara Mas Sugeng belajar dari blog-blog favoritnya di luar negeri. Layanan ini mirip seperti RSS Reader. 

Konten



SEO




Coding dan Desain.



Software PC:


  • Notepad++ – Software text editor paling mantab yang menjadi senjata utama saya dalam membuat template blogger.
  • IEtester – Software yang saya gunakan untuk mengecek desain template blogger di browser IE versi jadul.
  • GIMP – Software edit foto lumayan keren sebagai pengganti photoshop.
  • Inkscape – Vector graphics editor gratis yang saya pakai sebagai pengganti corel draw.
  • Color Cop – Berguna untuk melihat kode warna HTML dari apa saja yang muncul pada layar monitor.
  • Screenpresso – Software screen capture sekaligus juga sebagai editor gambar.
  • Scrapebox – Software paling penting peranannya dalam aktivitas SEO.


Bagaimana Menjadi Seorang Ahli Marketing dengan Biaya Rp 0,-


Jadi marketer, tepatnya online marketer, itu seakan sulit. Dimana-mana selalu ditawari untuk membeli ebook, membeli tool, membayar webinar, atau ikut kursus ajaib yang katanya bisa langsung jadi “mastah”.

Apakah tidak bisa belajar tanpa mesti keluar biaya?

Apakah kalau tidak punya tool tidak bisa sukses?

Apakah setelah beli ebook bisa jadi kaya dalam sehari?

Hmm…

Melihat kondisi yang ada, wajar memang kalau berpikir seperti itu.

Untuk menjawab ketiganya, dalam artikel ini saya akan berbagi sedikit pengalaman ketika baru masuk ke dunia pemasaran online.

Dari pengalaman tersebut, anda akan belajar bagaimana cara menjadi marketer dari nol sampai mahir tanpa perlu mengeluarkan biaya.

Angka dan kata-kata yang menggiurkan


Bagaimana Menjadi Seorang Ahli Marketing dengan Biaya Rp 0,-

Coba lihat kalimat-kalimat dari orang yang berjualan di gambar ini. Betapa menggiurkan tawarannya.

Ada yang menjanjikan penghasilan $10,000 (sekitar Rp 100 juta), penghasilan 5 digit dalam 30 hari, kerja hanya 30 menit sehari, 595 konversi dalam 24 jam.

Enak ya?

Pertanyaannya:

Kalau bisa mendapatkan uang sebanyak itu semudah itu, buat apa mereka repot-repot jual ebook seharga $29?

Tunggu dulu…jangan salah paham.

Saya bukan mau menuduh mereka semua itu penipu, tidak. Memang betul apa yang mereka jual merupakan ilmu yang bisa menjadikan anda lebih sukses.

Tapi mungkin “sedikit” dibesar-besarkan…

…dan yang lebih penting, ini bukan tongkat sihir.

Seberapa banyak pun peralatan dan ilmu yang anda beli, mustahil bisa jadi sukses dalam hitungan hari.

Oh ya, ngomong-ngomong screenshot di atas dari WarriorForum.

Salah satu situs komunitas marketing terbesar, sebagian besar membernya masih pemula. Hampir semua online marketer pernah terdampar dan menikmati komunitas ini. Entah sekedar baca-baca, aktif menjadi guru, atau berjualan.

Termasuk saya, dulu.

Bertahun-tahun yang lalu waktu baru pertama kali punya penghasilan, sekitar beberapa ratus dolar saya gunakan untuk beli dari sana.

Intinya, menurut saya ini:

Ilmu terbaik selalu tersedia gratis

Serius.

Semua ilmu yang saya peroleh dari membeli ebook puluhan dolar itu akhirnya tidak terpakai sama sekali di kehidupan nyata.

Ada 2 penyebabnya.

Pertama, karena layak digunakan untuk jangka panjang. Atau kedua, karena sama atau tidak jauh beda dengan yang gratis.

Bahkan ilmu dari kursus online seharga >$1000 pun sebetulnya kalau kita telusuri di internet sudah tersedia secara gratis.

Yang membuat kursus online atau ebook itu lebih berharga karena informasi di dalamnya lebih terstruktur dan mendetail, kita dibimbing tahap per tahap.

Sekali lagi, saya bukan menyarankan untuk tidak membeli apapun.

Saya memberitahukan ini untuk anda yang tidak ingin keluar duit sama sekali. Jangan merasa mustahil bisa jadi sukses cuma karena anda tidak ikut kursus atau beli ebook atau punya tool tertentu.

Yang punya modal belajar, ingin paham lebih cepat, dan tidak ingin pusing menyerap ilmu dari internet yang berserakan…beli aja.

Satu lagi — Ini preferensi pribadi: beli ilmu lebih baik daripada beli tool.

Oke, lalu gimana caranya belajar?

Ini bagian terpenting dalam artikel ini.

Seperti yang barusan saya bilang…kursus online, ebook, dan produk informasi lainnya bertujuan untuk mengumpulkan semua informasi yang berserakan di internet. Supaya lebih mudah dipelajari.

Artinya, bersiaplah tenggelam dalam lautan informasi.

Tidak jarang orang yang bingung gara-gara membaca informasi yang bertentangan dari si A dan si B.

Banyak juga yang akhirnya ketagihan membaca. Akhirnya lupa untuk mengaplikasikan apa yang dibacanya.

Maka dari itu, inilah cara untuk mendapatkan ilmu terbaik tanpa perlu kebingungan.

Kuasai Bahasa Inggris

Meskipun saya sendiri orang yang menyediakan ilmu marketing dalam Bahasa Indonesia, tapi saya berani bilang bahwa ilmu dari website berbahasa Inggris berlipat-lipat lebih sip.

Jadi, kuasai minimal kemampuan membaca Bahasa Inggris.

Tidak susah dan, lagi-lagi, tidak perlu mengeluarkan biaya. Di post ini saya menjelaskan cara belajar Bahasa Inggris.

Hindari situs forum
Ini bertentangan dengan apa yang justru dianjurkan orang lain.

Ada beberapa alasan saya menganjurkan yang ini:
  1. Gampang ketagihan, akhirnya buang-buang waktu cuma untuk baca
  2. Sulit membedakan mana informasi yang salah dan yang benar dan yang sudah kadaluarsa
  3. Terlalu banyak informasi!
  4. Tempat termudah bagi para “mastah” mempengaruhi para pemula

Tapi karena di situs forum sering terjadi tanya-jawab mengenai hal-hal mendasar, mungkin ada baiknya juga aktif di forum.

Pilih 3 blog

Sebaliknya, tempat terbaik untuk belajar yaitu dari blog.

Banyak blog yang menyediakan panduan-panduan yang kualitasnya tinggi. Jauh lebih tinggi daripada diskusi yang kita temukan di forum.

Kenapa cuma 3?

Lagi-lagi karena information overload.

Kebanyakan informasi justru bikin kita jadi bingung. Maka dari itu pilih 3 blog terbaik. Biasanya kalau kita cari informasi dari Google, hasil-hasil teratas biasanya yang bagus-bagus.

Selanjutnya kita ingin supaya setiap kali mereka menerbitkan konten baru, kita dapat pemberitahuan.

Pilihannya 2:

Langganan via email, atau
Langganan RSS-nya dengan Feedly
Via email lebih enak karena kadang-kadang si pemilik blog kirim informasi yang cuma diberikan untuk pelanggan email.

Beberapa blog panduan marketing yang newbie-friendly:
  • Backlinko
  • QuickSprout & NeilPatel.com
  • Moz
  • Buffer Social
  • PanduanIM 
  • Unbounce
  • BoostBlogTraffic
  • Inbound.org & GrowthHackers.com ← bukan blog, kumpulan artikel-artikel marketing terbaru dan terbaik
  • HubSpot
  • AdEspresso
Itu kira-kira.

Intip dulu, kemudian pilih 3 yang sesuai dengan topik marketing yang ingin anda pelajari.

Reverse Engineering

Yang ini favorit saya.

Jangan ter-intimidasi dengan pengertiannya.

Intinya sederhana.

Misalnya kita ingin belajar cara membuat iklan Facebook yang bagus. Pelajari iklan-iklan milik orang lain, analisa sendiri apa yang membuat iklan tersebut bagus…lalu tiru caranya.

Misalnya kita ingin belajar menulis artikel. Setiap kali baca artikel yang menarik, pelajari kenapa artikel itu menarik…lalu tiru caranya.

Misalnya kita ingin meluncurkan produk. Pelajari produk yang peluncurannya sukses, apa yang mereka lakukan…lalu tiru caranya.

Kira-kira begitu.

Saya pribadi merasa lebih banyak belajar dari metode ini daripada membaca-baca di blog marketing.
Kemampuan untuk melakukan reverse engineering ini yang membedakan kita sebagai manusia dengan makhluk hidup lain…

…karena itu manfaatkan sebaik mungkin.

Praktekkan

Apa bisa seseorang jadi gitaris kalau cuma baca chord lagu tanpa pernah pegang gitar?

Apa bisa seseorang jadi berotot kalau cuma baca-baca tentang teknik latihan tanpa pernah angkat beban?

Ada perbedaan besar antara orang yang tahu dengan yang bisa.

Percuma belajar kemana-mana, beli produk ini-itu, kalau pada akhirnya tidak ada yang diaplikasikan sama sekali.

Sekian…


Itu sedikit hal yang bisa saya bagikan berdasarkan pengalaman pribadi.
Setuju, tidak setuju, tergantung anda sendiri. Sekali lagi, saya tidak bermaksud menuduh pihak manapun. Tidak ada yang lebih bagus, tidak ada yang lebih buruk. Semuanya tergantung kebutuhan dan kemampuan anda sendiri.

Artikel ini ditulis oleh Mas @Darmawan PanduanIM.com di Medium

Essay #6 : Country Lifestyles vs City Lifestyles

Essay #6 : Country Lifestyles vs City Lifestyles


The country lifestyles and city lifestyles have many differences, such as work, the market, the environment, and the entertainment. This essay discusses the facts about these lifestyles below.

The first differences are work. Both country and city usually work, but they have different work methods. To begin with, farmers work outside and harvest. Employees of a company work inside and people who work with machines. Second, the country has a small market and the big city have big markets. The third is is that people in the country do not need more money than people in the city. Everytime country needs to buy something, they can trade each other such as rice, potatoes, etc. But the people in the city make more money because they need more things than country people such as food, fish, etc.

Next, it is the environment. The two places have different environments. First, the country is quiet. But the city is noisy. Second, the country has clear climate and few vehicles. Third, one has cows and their life is peaceful, but the other does not have cows and their life is stressful.

Finally, of differences between the country and the city is entertainment. They have a big different tasted in entertainment. The people in the country have few friends, but people in the city have many friends. Next, the country does not have colleges, but the city has many colleges. For example, the people in the country go to the city to attend college and learn about the different thing that people city do.

All of it told above such as work, the environment, and the environment usually show the difference between the country and the city.

Essay #4 : Shock Culture in TEST English School

TEST English School - Pare


The big problem for many people who move to another city or country with a new environment is a culture shock. This felt by a student who just graduated from high school. The name is Iosi Pratama. After week studied is TEST English School which is located in Kediri, East Java, he felt some culture shock such as insomnia, homesickness, and over-concern about his health. This essay breaks down about his acclimatization.

First's culture shock that felt by Iosi Pratama is insomnia. According to guidelines from a physician group, insomnia is difficulty falling asleep, even when a person has the chance to do so. He felt it because circumstance of TEST English School is very crowded schedule from early morning to night. Even at night, he has to memorize some conversation. Hence, he just sleeps for 5 hours. Therefore, his steps to handle it is with planning better schedule and when rest's time he sleep for a few minutes.

Second culture shock is homesickness. Refers to Wikipedia homesickness is the distress caused by being away from homeland, family, and friends. Some certain moment made he remember the atmosphere in a family. The atmosphere when he and his family talk together and suddenly made he sad. For this culture shock, he tried to open his self with new people in there.

The last culture shock is over-concern about health. Because of crowded of schedule, Iosi Pratama has no more time to keep his health. Besides, he also eating irregularly and sleeping less. Finally, he made a schedule for his self and try to obey.

Everyone has each culture shock and has a step to handle it. Iosi Pratama is person who fell insomnia, homesickness, and over-concern about his health when in TEST English School

Essay #5 : Surabaya Cultures

Surabaya Cultures


Surabaya is a city that rich ethnic and culture. People come to the city from various ethnic such as Melayu, Chinese, India, Arab, and Europa. Meanwhile, from Indonesian ethnic, there are Madura, Sunda, Batak, Kalimantan, Bali, and Sulawesi. They came, living in the city and develop pluralism's cultures. This is what distinguishes the city of Surabaya with other cities in Indonesia. There are traditional cultures that everlastings such as ludruk, Remo dance, and Cak dan Ning Surabaya. This paper explains about these.

Ludruk is one of the theatrical genres in Surabaya. It is from of traditional performance presented by trouple of actors on a stage, retelling the life stories of every people and their struggles. The dialogue in ludruk are mostly comedic. The actors would almost always use the Surabaya dialect. Ludruk is a simple and straightforward comedy, making ludruk easily understood by everyone.

Remo Dance or in Indonesia as Tari Remo is dance especially to welcome a special guest to East Java. Generally, it is shown by dancing man. The musical instrument played in this dance is certainly a set of gamelan. In Surabaya, Remo Dance usually whos during Surabaya birthday.

Cak is a male call for Surabaya people, while Ning is for girl. Can dan Ning is event perform usually before the aniversary of Surabaya City.

In Summary, Surabaya as a old city has a unique culture. Ludruk, Remo Dance, and Cak Ning Surabaya are one of them.

Essay #3: Bill Gates as Role Model

Essay #3: Bill Gates as Role Model


Bill Gates, also referred to "The King of Software". The real name is William Henry Gates. He is Co-founder of Microsoft Corporation, the largest Computer Software Company. These products that usually used by people are Operating System and Microsoft Office. Because of his companies, Gates became the richest person in the world. He is not only genius person but also an innovator in technology and philanthropy. This paper explains about these.

An innovator in technology, Gates built a Revolutioner software that nowadays makes peoples life's better. As people were known as Windows. He believes that in the future, technology can become everyone's friend. He started to build software with his college's friend name as Paul Allen. He programmed computers at 13 years old which would eventually to founding the world's largest software company and choose dropped out of his college Harvard University to pursue his passion for technology.

Bill Gates is one of the world's leading philanthropist. Having ready given more than $28 billion toward initiatives that predominantly focus on health, education, and economic development in developing countries. He Co-founded the Bill and Melinda Gates foundation in 2000 and has made philanthropy his full-time job since 2006 when he stopped from his full-time position in Microsoft. In 2010, he started the Giving Pledge, a campaign that encourages the wealthiest people in the world to give at least half of their wealth to the philanthropic cause and now has well over 100 signatories.

Now, Bill Gates is an idol of many people because of his story at Microsoft and how he became a philanthropist.